peluang usaha

Selasa, 28 Agustus 2012

Senyummu Adalah Sedekah

senyummu adalah ibadah

Assalamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu..

Tanda yang tampak terlihat pertama seorang mukmin setelah ucapan salamnya adalah murah senyum.

Rasulullah bersabda, "Senyummu pada saudaramu adalah Sedekah", "Jangan sekali-kali kalian meremehkan suatu kebaikan, meski hanya berupa keceriaan wajah ketika kalian bertemu dengan kawan kalian" (HR Muslim), "Orang yang bermuka masam dan tidak membuat orang lain gembira adalah orang yang tidak memiliki nilai kebaikan disisi Allah".

Indahkan Islam itu sahabatku? Berikan senyum kepada saudaramu!

Senin, 06 Agustus 2012

Jangan Menolak Kebenaran

The Truth of Islam

RADAR ISLAM -- Momentum Ramadan tepat untuk memperbaiki sikap, termasuk menerima kebenaran. Tidak jarang manusia enggan menerima kebenaran karena alasan jabatan, struktur sosial atau lainnya. Belajar dari sejarah, banyak kisah nyata di dalam Islam yang bisa dijadikan pelajaran untuk memperbaiki sikap. Seperti kisah Abu Tholib.

Semenjak lahir, kehidupan Muhammad terbilang tidak menetap. Beberapa kali dia diasuh oleh orang berbeda. Setelah ayahnya, Abdullah meninggal saat Muhammad masih dalam kandungan, istrinya Aminah menetap di rumah kakak iparnya, Abu Thalib.

Pada usia 6 tahun setelah ibunya meninggal dunia, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Mutholib. Namun hal itu tidak berlangsung lama, setelah dua tahun diasuh Abdul Mutholib, kemudian Muhammad diasuh oleh Abu Tholib.

Dalam buku Khadijah the Greatest Story of the First Lady of Islam, tulisan Syed A.A. Razwy dikatakan bahwa Abu Thalib bin Abdul Mutholib merupakan pemimpin terkemuka bani Hasyim, salah satu golongan Quraisy termashur di Jazirah Arab. Selain itu, Abu Thalib merupakan saudagar terkemuka yang berdagang hingga Suriah dan Yaman.

Selama dalam pengasuhannya, Muhammad dicintai layaknya bagian dari keluarga Abu Thalib. Bahkan karena rasa cintanya yang mendalam, pernah suatu ketika Muhammad diajak Abu Thalib untuk bersama-sama pergi ke Syam.

"Abu Thalib sangat mencintainya, sehingga berat baginya berpisah dengan kemenakannya itu walaupun hanya untuk beberapa bulan saja. Karena itu dia membawanya ke Syam," kata Syed.

Kasih sayang yang diberikan Abu Thalib tidak pernah padam, dia selalu berusaha untuk menepati wasiat Ayah Muhammad untuk senantiasa mengasuh dan memelihara. Bahkan ketika diutus menjadi rasul ALLAH SWT, Abu Thalib dengan semangat membara tetap menjadi orang pertama di belakang nabi untuk melindungi dari ancaman dan gangguan kaum kafir Quraisy.

Pada masa dakwah Nabi Muhammad SAW, berkali-kali dia menyampaikan kebenaran kepada Abu Thalib. Muhammad selalu berusaha menyadarkan pamannya untuk berhijrah meninggalkan kebiasaan jahiliyah, dengan menjadi Muslimin beribadah kepada ALLAH SWT.

Berbagai usaha dicoba, namun nyatanya hati Abu Thalib belum terbuka untuk menerima kebenaran. Walaupun dia meyakini agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah suatu kebenaran, namun jabatan dia di kalangan kaum Quraisy membuatnya angkuh menolak setiap ajakan Muhammad SAW.

Pernah suatu ketika, kaum Quraisy geram dan tidak tahan dengan dakwah Muslimin yang semakin hari menggoyahkan keyakinan orang kafir. Tokoh Quraisy Abu Lahab, berencana untuk menangkap Nabi Muhammad SAW, namun rencana itu gagal setelah Abu Tholib dengan lantang siap mengorbankan nyawanya hanya untuk membela Rasullulah SAW.

Bahkan ketika Rasullulah SAW bersama para sahabatnya melewati sebuah lembah, mereka pernah dihadang oleh segerombolan orang kafir yang ingin membunuh nabi. Namun semua bubar ketika Abu Thalib muncul dan mengacungkan pedangnya seraya mengancam.

Saat Rasullulah SAW mendengar kabar jika Abu Tholib sedang meregang nyawa, dengan langkah terburu-buru Muhammad SAW menuju rumah pamannya tersebut. Begitu lemahnya kondisi Abu Thalib, membuat nabi tidak kuasa melihat pamannya terbujur lemah.

Dalam hadits diriwayatkan Imam Bukhori dari Al Musayyib bin Hazn, Berkali-kali Nabi Muhammad SAW menuntun Abu Tholib untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, namun tetap saja usaha Muhammad SAW tidak berhasil. Sampai meninggal Abu Tholib tetap kafir.

Begitu beratnya Rasullulah SAW kehilangan sosok pelindung dan orang yang dia cintai selama ini, tidak henti-hentinya dia menangis dan memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni dan menempatkan Abu Tholib ke dalam surga. Namun Allah SWT berkehendak lain, sehingga turunlah surah At-Taubah ayat 113 :

"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, Walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik adalah penghuni neraka jahanam."

Sumber : Merdeka.com

Syahidnya Penjual Korek Api

syahidnya-penjual-korek-api

RADAR ISLAM -- Setelah melepaskan kekafirannya dan bergabung bersama sahabat Rasullulah SAW, Mus'ab bin Umar hidup serba kekurangan. Tidak pernah lagi dia jumpai daging panggang dalam makan malamnya, hanya lauk sederhana yang mengenyangkan perutnya. Bahkan jika dahulunya dia tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang, kini dia harus berjualan korek api untuk menyambung hidupnya.

Dalam buku 99 kisah menakjubkan dalam Alquran tulisan Ridwan Abqary dikatakan, awalnya Mus'ab bin Umar merupakan anak dari suku Quraisy terpandang, keluarganya hidup dalam kemewahan. Tidak urung kondisi itu berpengaruh kepada Mus'ab. Setiap hari dia tampil dengan memakai pakaian mahal dan bagus, banyak gadis Arab jatuh hati kepadanya, terlebih sikap Mus'ab yang ramah dan lembut, membuat dia disukai banyak orang.

Namun semua berbalik drastis ketika Mus'ab memeluk Islam, dan menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW. Tidak ada pakaian bagus yang dikenakannya, tubuhnya hanya terlindungi oleh potongan kain-kain yang sudah usang. Bahkan ketika kembali dari Habasyah bersama nabi, Mus'ab terlihat kurus dan tidak terawat.

"Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya, dahulu saya melihat Mus'ab seorang pemuda yang hidup mewah di tengah orang tuanya yang kaya. Kemudian, dia meninggalkan semua itu karena kecintaannya kepada ALLAH SWT dan Rasul-Nya," kata Rasullulah SAW.

Tidak hanya itu, setelah masuk Islam, Mus'ab dikucilkan dari lingkungan keluarganya. Bahkan ibunya, Khunais binti Malik beberapa kali berniat bunuh diri, jika Mus'ab tetap memeluk Islam dan tidak bersedia kembali kepada berhala-berhala. Namun semua itu tidak menyurutkan Mus'ab untuk tetap menjadi Muslim, hingga akhirnya dia diusir dari pelataran rumahnya.

Keteguhan hati si penjual korek, justru menyadarkan adik Mus'ab, Al-Rum untuk masuk Islam. Ketertarikan Al-Rum kepada Islam dia dapatkan karena ibunya selalu memerintahkannya untuk mendatangi Mus'ab mengajak kafir kembali.

Puncaknya ketika terjadi perang Uhud. Mus'ab bersama Al-Rum yang sudah memeluk Islam, ikut bersama para sahabat lainnya di barisan depan untuk menumpas kaum kafir yang memusuhi Islam. Rasullulah SAW sendiri menugasi Mus'ab membawa bendera Islam.

Pada saat para sahabat terdesak oleh tentara Quraisy dan menderita kekalahan, banyak kaum Islam kocar-kacir meninggalkan medan pertempuran. Namun pantang untuk Mus'ab. Dengan gagah berani dia tetap tidak beranjak dari tempatnya, mengibarkan bendera Islam di tengah medan pertempuran.

Melihat Mus'ab yang tetap berdiri, seorang tentara kafir, Ibnu Qamiah segera menunggangi kudanya dan melaju ke arah Mus'ab. Tanpa banyak bicara, disabetnya tangan kanan Mus'ab yang sedang mengibarkan bendera. Tidak lama kemudian, tangan kiri Mus'ab juga tidak luput dari sabetan pedang.

Mus'ab menjerit menahan rasa sakit kedua tangannya terpotong. Namun dengan sekuat tenaga dia peluk bendera Islam. Kemarahan Ibnu Qamiah memuncak, kemudian tombaknya dia hunuskan ke dada Mus'ab hingga akhirnya syahid menghembuskan nafas.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Daud dikatakan, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tatkala saudara-saudaramu ditimpa malapetaka waktu perang Uhud, maka Allah menjadikan roh-roh mereka dalam rongga tubuh burung-burung hijau yang selalu mendatangi sungai-sungai surga dan memakan buah-buahannya serta berlindung dalam kandil-kandil emas di bawah naungan Arasy."

"Ketika terasa oleh mereka bagaimana nikmatnya makanan dan minuman serta indahnya tempat tinggal mereka, mereka berkata, 'Wahai malangnya nasib teman-teman kita, kenapa mereka tidak mengetahui balasan yang disediakan Allah bagi kita, agar mereka tidak merasa enggan untuk berjihad dan tidak mengabaikan peperangan.' Maka Allah pun berfirman, 'Akulah yang akan menyampaikan kepada mereka berita dari kamu itu,' lalu diturunkan-Nyalah ayat, 'Dan janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati."

Sumber : Merdeka.com

Jumat, 03 Agustus 2012

Anda Suka Putus Asa? Teladanilah Kisah Nabi Yunus

kisah nabi-yusuf

RADAR ISLAM -- Yunus termasuk nabi yang keberadaan, dan perjuangan menegakkan kalimat tauhid tertulis pada tiga kitab suci agama Samawi, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Beberapa sejarawan dan ahli tafsir sepakat nama asli Nabi Yunus adalah Yunus bin Matta. Yunus mendapat wahyu dan diangkat ALLAH SWT sebagai nabi untuk menyampaikan kebenaran kepada kaum Ninawa.

Yunus merasakan beratnya tugas menjadi seorang nabi, terlebih dia bukan berasal dari kaum Ninawa, sehingga kedatangannya tidak mendapatkan respon positif. Mereka tidak perduli dengan kedatangan Nabi Yunus, bahkan bisa dipastikan Nabi Yunus selalu mendapat cibiran, olok-olok, dan tindak kekerasaan setiap kali berdakwah mengajak beriman kepada ALLAH SWT.

Kaum Ninawa memiliki kebiasaan jahiliyah, bercinta dengan orangtua atau anaknya sendiri, merupakan perbuatan sehari-hari. Kepercayaan mereka kepada berhala sebagai tuhan, menambah kebodohan dan kekafiran kaum Ninawa.

Sudah tidak terhitung kegagalan Nabi Yunus, pada setiap kesempatannya beribadah kepada ALLAH SWT, dia selalu mengeluh dan merasa tidak berdaya menghadapi kaum Ninawa.

Karena tidak pernah berhasil, strategi dakwah Nabi yunus diubah. Selain mengajak kebenaran, dia juga menyampaikan ancaman adzab yang akan terjadi jika kaum Ninawa tidak mengikuti seruannya dan segera beriman.

Namun sekali lagi, kaum Ninawa tidak mengindahkan. Mereka menantang Nabi Yunus untuk menunjukkan azab yang dia peringatkan. Mengetahui jawaban kaumnya, Nabi Yunus akhirnya patah semangat dan marah. Dia kemudian mengadukan kepada ALLAH SWT untuk menurunkan adzabNya.

Setelah berdoa, nabi Yunus pergi meninggalkan kaum Ninawa dengan perasaan marah. Kekesalan dan sakit hati bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Berkali-kali dia menyerukan kebenaran, namun tidak ada satu pun umatnya yang mengindahkan.

Sepeninggalan Nabi Yunus, kaum Ninawa melihat gejala aneh alam. Secara bertahap, awan hitam mulai menyelimuti penduduk Ninawa. Hewan peliharaan mereka berteriak dan bertingkah tidak wajar. Dari kejauhan, gemuruh badai disertai tiupan angin kencang menghampiri kota.

Dalam suasana panik dan ketakutan, kaum Ninawa menyadari kebenaran ajaran yang dibawa Nabi Yunus. Kemudian mereka bertaubat kepada Allah SWT dan meyakini kebenaran dakwah Nabi Yunus, seluruh berhala mereka hancurkan tanpa tersisa.

Suasana kota Ninawa kembali cerah, suara gemuruh yang awalnya menderu dengan tiupan angin kencang, berganti tiupan angin sepoi. Kesadaran kaum Ninawa kepada kebenaran Nabi Yunus, mendorong seluruh penduduk kota mencari sang nabi untuk membawanya menuju kesempurnaan hidup.

"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu," firman Allah SWT dalam surrah Yunus ayat 98.

Namun Nabi Yunus sudah jauh dari kaum Ninawa, bahkan ketika sampai di batas daratan, dia masih memendam dendam dan marah kepada kaum Ninawa. Seakan lupa akan kewajiban sebagai utusan ALLAH SWT, Nabi Yunus bertekad meninggalkan kaum Ninawa sejauh mungkin dengan menumpangi kapal nelayan setempat.

Sesampainya di tengah lautan, tiba-tiba laut yang awalnya tenang berubah menjadi gelombang besar, membuat kapal yang ditumpangi Nabi Yunus terombang ambing. Kondisi aneh ini diperparah cuaca gelap dan tiupan kencang angin topan. Tidak lama berselang muncul ikan berukuran raksasa dari dalam air. Banyak pendapat bahwa itu adalah ikan Nun, sejenis Paus. Seluruh penumpang panik, termasuk Nabi Yunus.

Berbagai usaha dilakukan untuk keluar dari amukan badai. Satu persatu barang-barang di dalam kapal dibuang ke laut, supaya berat kapal menjadi ringan dan bisa bergerak cepat. Namun semua itu sia-sia, barang di kapal sudah habis namun kapal masih melamban. Hanya para penumpangnya yang masih tersisa.

Setelah dilakukan berbagai kesepakatan, akhirnya Nabi Yunus terpilih untuk dibuang ke lautan sebagai upaya mengurangi berat kapal. Pada saat itulah Nabi Yunus tersadar, dosa besar yang dilakukannya berupa meninggalkan dakwah, dan mengingkari perintah ALLAH SWT.

"Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul.(ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan. Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam Keadaan tercela," firman Allah dalam surrah Ash-Syaaffat ayat 139-142.

Di dalam perut ikan itulah Nabi Yunus menyesalkan perbuatannya, tiada henti dia mengeluarkan air mata, berzikir, berdoa, meminta ampunan ALLAH SWT. Dia selalu menyesalkan sikap putus asanya dengan meninggalkan dakwah kepada kaum Ninawa tanpa seizin ALLAH SWT. Hingga setelah sekian lama berada di dalam ikan sambil merenungi kesalahannya, ALLAH SWT mengampuni dosanya dan mengembalikannya ke daratan untuk kembali kepada kaumnya.

"Maka kalau Sekiranya Dia tidak Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan Dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit," firman ALLAH SWT dalam surrah Ash-Syaaffat ayat 143-145.

Sumber : Merdeka.com

Selasa, 31 Juli 2012

Teka-Teki Imam Al-Ghazali

teka-teki

Teka-Teki Imam Al-Ghazali melayu Malaysia.

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya :

Soalan pertama, Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?

Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Soalan kedua, Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?

Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang

Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Soalan ketiga, Iman Ghazali : Apa yang paling besar di dunia ini ?

Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. " (Surah Al-A'raaf, Ayat 179)

Soalan keempat, Imam Ghazali : Apa yang paling berat di dunia ?

Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah

Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan ALLAH SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.'

Soalan kelima, Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?

Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun

Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat. Na'uzubillahiminzaa lik.

Soalan keenam, Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?

Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Sabtu, 28 Juli 2012

Perkara yang Membatalkan Pahala Puasa

 Perkara yang Membatalkan Puasa

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
 
Sahabatku simaklah peringatan Rasulullah ini, "Bisa jadi seorang yang berpuasa, bagiannya dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga" (Shahih, HR Ibnu Hibban).
 

Dalam hadist lain, "Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya. (Shahih, HR Al-Bukhari).

Karena itu kenalilah dan waspadailah perkara-perkara yang membatalkan nilai pahala puasa, yaitu :
1. Berdusta
2. Suka menggosip
3. Suka memfitnah
4. Mengadu domba
5. Memberikan sumpah Palsu
6. Berkata kasar, menghina atau merendahkan orang lain
7. Melihat dengan syahwat
8. Menyentuh wanita bukan mahramnya
9. Marah tanpa alasan yang jelas
10. Berkelahi
11. Menampakan aurat
12. Makan rizki haram, baik zat atau cara mencarinya, seperti menipu, menyogok, sogokan atau jadi perantaranya dan berbagai maksiat dan kezoliman lainnya.

Ayo sahabatku jangan sia-siakan puasa kita, ayo sungguh-sungguh berpuasa, ayo raih nilai kemuliaan disisi Allah dengan kesungguhan puasa dan taat... Insya Allah aamiin.

Jumat, 27 Juli 2012

Pembicaraan Bayi dengan Tuhan Sebelum Lahir ke Dunia

ibu dan bayi

Suatu ketika.. seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan… Dia bertanya kepada TUHAN :

Bayi : “Para Malaikat di sini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah”

TUHAN : “Aku telah memilih satu malaikat untukmu.. ia akan menjaga dan mengasihimu”

Bayi : “Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”

TUHAN : “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”

Bayi : “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”

TUHAN : “Malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”

Bayi : “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya”?

TUHAN : “Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”

Bayi : “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”

TUHAN : “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

Saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya…

Bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku, siapa nama Malaikat di rumahku nanti”?

TUHAN : “Kamu dapat memanggil nama Malaikatmu itu……
 I B U…”

Kenanglah ibu yang menyayangimu..Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…

Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..

Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…


Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah, mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..

Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu telah tiada…

Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…, tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..

Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..


Pulang..dan kembalilah segera… peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

Bagi teman-teman yang ibunya sudah tiada, janganlah kamu pernah lupa selalu mendo'akan beliau semoga beliau tenang disisiNya dan dosa-dosa beliau diampuni-Nya. Aamin.